Carlos Sainz Sr Dikabarkan Pertimbangkan Tarung di Pemilihan Presiden FIA
Kabar baru dari dunia motorsport kembali mengarah ke nama besar: Carlos Sainz Sr. Mantan juara Reli Dunia dan pemenang Dakar itu disebut sedang menimbang langkah yang tak biasa, yakni maju sebagai calon presiden FIA berikutnya. Isu ini langsung menarik perhatian karena Sainz bukan hanya figur berpengaruh di lintasan, tetapi juga sosok yang punya reputasi kuat di paddock dan lingkungan balap internasional.
Menurut kabar yang beredar, dorongan untuk maju tidak datang dari satu pihak saja. Sejumlah tokoh penting di dunia motorsport disebut mendorongnya agar ikut dalam perebutan kursi tertinggi federasi balap dunia tersebut. Jika benar mengambil keputusan itu, Sainz akan masuk ke arena yang jauh lebih politis, dengan tantangan besar menghadapi struktur dan dinamika internal FIA.
Ben Sulayem Berpotensi Hadapi Penantang Serius
Langkah Sainz, bila terealisasi, akan langsung menempatkannya sebagai rival potensial Mohammed Ben Sulayem. Presiden FIA saat ini telah menjabat sejak akhir 2021, tetapi masa kepemimpinannya kerap disorot karena sejumlah kontroversi. Dari situ, peluang munculnya figur baru pun terbuka lebar, terutama menjelang pemilihan yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada 12 Desember.
Dalam konteks itu, kehadiran Sainz bukan sekadar menambah daftar calon. Namanya membawa bobot tersendiri, baik karena rekam jejaknya sebagai pebalap maupun karena pengaruhnya di komunitas otomotif global. Tak heran jika kabar ini cepat menyebar dan memunculkan spekulasi soal arah baru yang mungkin ditawarkan FIA di masa depan.
Program Positif Jadi Modal Jika Benar Maju
Sumber yang mengetahui isu ini menyebut Sainz tidak ingin tampil hanya sebagai calon simbolik. Jika memutuskan maju, ia dikabarkan akan membawa program yang disebut positif dan konstruktif, dengan tujuan memberi pilihan yang nyata bagi para delegasi FIA. Pendekatan semacam ini dinilai penting, terutama saat federasi membutuhkan sosok yang bisa menawarkan stabilitas sekaligus pembaruan.
Di tengah suasana yang masih penuh ketidakpastian, strategi seperti itu bisa menjadi pembeda. Bukan hanya soal siapa yang maju, tetapi juga tentang pesan yang dibawa: apakah FIA akan tetap berjalan dengan arah lama, atau membuka ruang bagi model kepemimpinan yang berbeda.
FIA Masih Dalam Sorotan
Minat terhadap pencalonan baru tak lepas dari situasi internal FIA sendiri. Di bawah Ben Sulayem, federasi menghadapi berbagai gejolak, termasuk kepergian beberapa tokoh kunci dan kebijakan larangan mengumpat bagi para pereli yang memicu perdebatan luas. Situasi ini membuat kursi presiden FIA menjadi salah satu posisi paling diperhatikan dalam olahraga balap saat ini.
Sempat pula beredar spekulasi bahwa Susie Wolff akan ikut masuk bursa calon presiden, namun kabar itu tidak pernah terbukti. Karena itu, nama Sainz kini menjadi salah satu yang paling serius dibicarakan dalam rumor jelang pemilihan. Informasi soal kemungkinan pencalonannya pertama kali mencuat dari sumber-sumber di lingkungan motorsport, dan kini perhatian tertuju pada satu pertanyaan utama: apakah Carlos Sainz Sr benar-benar akan turun ke gelanggang politik olahraga otomotif?





