Bos McLaren Ungkap Pelajaran Penting dari GP Jepang: Lawan Verstappen Harus Sempurna Sejak Awal
McLaren pulang dari Suzuka dengan satu kesimpulan yang sulit dibantah: menghadapi Max Verstappen bukan perkara menyerang habis-habisan, melainkan soal menempatkan diri di posisi yang tepat sejak awal. Di GP Jepang, Red Bull kembali menunjukkan kontrol penuh saat Verstappen meraih kemenangan, sementara Lando Norris dan Oscar Piastri hanya bisa mencari celah yang tak kunjung benar-benar terbuka sepanjang balapan.
Undercut Norris Tak Cukup Menggoyang Verstappen
McLaren sempat mencoba mengubah jalannya lomba lewat strategi undercut untuk Norris pada lap 19. Langkah itu dirancang untuk memangkas jarak dan memaksa lawan bereaksi, tetapi hasilnya tidak mampu menggeser peta persaingan. Di Suzuka, strategi semacam ini tetap sangat bergantung pada timing, kondisi lintasan, serta seberapa cepat tim lawan merespons.
Dalam kasus kali ini, Red Bull masih sanggup menjaga kendali. Verstappen tetap berada di depan dan tidak memberi ruang bagi McLaren untuk memanfaatkan momen kecil yang biasanya bisa mengubah arah balapan. Di sisi lain, Oscar Piastri sempat mendekat pada fase akhir lomba, tetapi tanpa dorongan strategi khusus dari tim. Itu menjadi sinyal bahwa McLaren punya kecepatan, meski belum cukup untuk membalikkan keadaan ketika lawan sudah lebih dulu memegang keuntungan.
Andrea Stella: Posisi Start Jadi Kunci Utama
Andrea Stella menyoroti satu hal yang menurutnya paling menentukan di Jepang: posisi start Verstappen. Bos McLaren itu menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal performa mobil, melainkan bagaimana lawan sudah berada di tempat paling menguntungkan sebelum balapan dimulai. Dalam kondisi seperti itu, tim lain dipaksa bekerja jauh lebih keras untuk mengejar.
Stella juga menilai strategi overcut tidak akan banyak membantu jika mobil yang diburu sudah lebih dulu berada di depan dan mampu mengendalikan ritme lomba. Bagi McLaren, Suzuka menjadi contoh bahwa membaca balapan dengan tepat belum tentu cukup bila posisi di grid tidak mendukung sejak Sabtu.
Piastri: Kemenangan Tertutup Sejak Kualifikasi
Oscar Piastri punya pandangan serupa. Pembalap Australia itu menyebut hasil GP Jepang pada dasarnya sudah sangat dipengaruhi oleh sesi kualifikasi. Menurutnya, McLaren memang memiliki kecepatan yang kompetitif, tetapi memulai dari posisi yang kurang ideal membuat peluang menang menjadi sangat sempit.
Piastri juga menyinggung George Russell dari Mercedes sebagai salah satu pembanding penting dalam membaca dinamika strategi di lintasan. Bagi McLaren, balapan di Suzuka bukan sekadar soal kalah cepat dari Verstappen, melainkan pengingat bahwa di Formula 1, jarak, posisi start, dan momen yang tepat bisa lebih menentukan daripada sekadar kecepatan murni. Jika Piastri atau Norris старт lebih depan sejak awal, hasilnya mungkin akan terasa jauh berbeda.





