Ungkap Kematian Mahasiswa UKI: Alat Bukti yang Belum Lengkap

by -125 Views

Kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewangko, masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga kini, kasus tersebut belum juga naik ke tahap penyidikan karena kepolisian menyebut ada dua alat bukti penting yang belum lengkap. Tanpa itu, proses hukum belum bisa bergerak lebih jauh.

Polisi Masih Menunggu Hasil Autopsi dan Labfor

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pihaknya masih menanti hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri serta pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor). Kedua hasil pemeriksaan itu dianggap krusial untuk memastikan penyebab kematian korban dan memetakan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Kenzha ditemukan meninggal.

Menurut Nicolas, penyidik belum dapat mengambil langkah lanjutan jika dua alat bukti tersebut belum diterima. Karena itu, kepolisian memilih menahan diri agar penanganan perkara tetap berada di jalur yang didukung data forensik, bukan sekadar dugaan atau keterangan awal.

Pra Rekonstruksi Menunggu Dasar yang Kuat

Setelah hasil autopsi dan Labfor keluar, polisi berencana melakukan pra rekonstruksi. Tahap ini akan digunakan untuk menyusun ulang kejadian dan mencocokkan keterangan para saksi dengan temuan ilmiah yang ada. Dengan begitu, kronologi kasus diharapkan bisa terlihat lebih utuh dan tidak menimbulkan tafsir yang simpang siur.

Polres Metro Jakarta Timur menegaskan penyelidikan masih berjalan. Dalam pandangan kepolisian, kehati-hatian diperlukan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar memiliki landasan bukti yang memadai.

Mahasiswa UKI Desak Kepastian

Di tengah menunggu hasil pemeriksaan itu, puluhan mahasiswa UKI mendatangi Polres Metro Jakarta Timur untuk meminta kejelasan. Mereka menilai proses penanganan kasus berjalan terlalu lambat, apalagi hampir tiga minggu setelah kejadian belum ada tersangka yang ditetapkan meski sejumlah saksi telah diperiksa.

Koordinator aksi, Emon Wirawan, menyebut lambannya penanganan perkara membuat banyak pertanyaan muncul di kalangan mahasiswa. Mereka mendesak polisi lebih terbuka dan menunjukkan keseriusan dalam mengungkap apa yang sebenarnya menyebabkan kematian Kenzha Ezra Walewangko.