Kawasan Kalibata City, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan setelah keributan dua sopir taksi berujung saling pukul dan viral di media sosial. Peristiwa yang diduga dipicu rebutan lahan parkir itu kini tengah didalami kepolisian, sementara kedua pihak sama-sama telah melapor. Insiden ini menambah daftar panjang gesekan yang kerap muncul di titik yang sama, terutama ketika ruang parkir dinilai tidak tertata dengan baik.
Polisi Dalami Pemicu Sebenarnya
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan penanganan kasus sudah dilimpahkan ke unit reskrim untuk ditelusuri lebih jauh. Dua orang yang terlibat disebut merupakan sopir taksi Bluebird dan sopir taksi daring. Menurut Mansur, persoalan serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut karena area parkir kerap memunculkan gesekan antarpengemudi.
“Kami masih mendalami,” kata Mansur di Jakarta, sembari menegaskan bahwa penyidik belum ingin tergesa-gesa menyimpulkan penyebab pasti keributan sebelum seluruh keterangan terkumpul.
Adu Mulut yang Berubah Jadi Bentrok
Keributan bermula dari adu mulut di lapangan. Ketegangan yang awalnya hanya berupa cekcok kemudian meningkat menjadi kontak fisik hingga keduanya saling pukul. Setelah kejadian itu, kedua sopir sama-sama membuat laporan ke kepolisian.
Meski laporan telah diterima, polisi masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk menyusun kronologi secara utuh. Langkah ini diperlukan agar duduk perkara tidak hanya bertumpu pada potongan video yang lebih dulu beredar luas di media sosial.
Dishub DKI Diminta Turun Tangan
Selain memeriksa insiden tersebut, kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Fokusnya adalah penertiban parkir liar di kawasan Kalibata City, yang disebut ikut memicu konflik di lapangan. Dengan kondisi seperti ini, penataan area parkir dinilai menjadi bagian penting agar gesekan serupa tidak terus berulang.
Kompol Mansur menegaskan penyelidikan masih berjalan dan pihaknya terus menelusuri detail kejadian yang sempat menyedot perhatian publik itu.





