Cekcok Anggota DPRD Medan di Toilet: Penyebabnya!

by -154 Views

Cekcok Anggota DPRD Medan di Toilet: Ini Pemicu Ketegangannya

Gedung DPRD Kota Medan mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dua anggota dewan nyaris baku fisik di area toilet beredar luas. Rekaman itu viral pada Selasa, 18 Maret 2025, dan memunculkan banyak pertanyaan karena insiden tersebut melibatkan sesama anggota Komisi III DPRD Medan. Situasi sempat memanas sebelum petugas keamanan gedung turun tangan dan melerai keduanya.

Video Viral dari Toilet Lantai 3

Video yang pertama kali ramai setelah diunggah akun Instagram @medantau.id memperlihatkan ketegangan di toilet lantai 3 gedung DPRD Medan. Dalam rekaman itu, suasana tampak tegang dan memperlihatkan adu mulut yang hampir berujung pada kontak fisik. Dari informasi yang beredar, dua anggota dewan yang terlibat adalah David Roni Ganda Sinaga dari Fraksi PDIP dan Dody Simangunsong dari Fraksi Partai Demokrat. Keduanya sama-sama duduk di Komisi III DPRD Kota Medan.

Diduga Berawal dari Nada Tinggi ke Staf Komisi

Dody Simangunsong kemudian memberikan penjelasan soal pemicu cekcok tersebut. Ia menyebut, ketegangan bermula dari kebiasaan David Roni yang kerap memanggil staf komisi, Dodi Tambunan, dengan nada tinggi. Sikap itu, menurut Dody, membuat dirinya merasa ada perlakuan yang tidak menghormati. Dari situ, suasana disebut makin panas hingga berubah menjadi adu mulut di area toilet.

Dody juga menegaskan bahwa persoalan itu tidak berkaitan dengan urusan resmi Komisi III DPRD Medan. Ia menyebut insiden tersebut sebagai masalah pribadi yang sudah berlangsung cukup lama. Penjelasan itu sekaligus menjawab spekulasi publik yang sempat mengaitkan peristiwa ini dengan agenda atau pekerjaan komisi.

Belum Ada Respons dari David, Pimpinan Minta Proporsional

Hingga kabar ini menyebar luas, David Roni Ganda Sinaga belum memberikan pernyataan apa pun mengenai kejadian tersebut. Di sisi lain, Dody mengaku masih emosional setelah insiden berlangsung dan menyatakan dirinya juga ikut bersalah dalam situasi yang memanas itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan yang juga koordinator Komisi III, Zulkarnaen, meminta publik tidak membesar-besarkan peristiwa ini. Ia menilai kejadian tersebut harus disikapi secara proporsional, mengingat pihak yang terlibat adalah anggota dewan yang membawa nama lembaga. Sorotan kini tertuju pada langkah DPRD Medan merespons insiden yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik itu.