Ponsel Samsung yang Dipastikan Tak Kebagian One UI 7 pada 2025
Samsung tampaknya makin selektif dalam menentukan perangkat yang masih layak menerima pembaruan besar. Memasuki 2025, sejumlah ponsel lawas dipastikan tidak akan mencicipi One UI 7, meski beberapa di antaranya masih cukup sering dipakai dan belum terasa “tua” di tangan pengguna. Keputusan ini menegaskan satu hal: Samsung mulai memprioritaskan perangkat yang benar-benar sanggup mengikuti kebutuhan sistem terbaru, bukan sekadar mempertahankan semua model yang pernah dirilis.
Samsung memperketat daftar perangkat yang didukung
Langkah ini sebenarnya tidak mengejutkan. Samsung selama ini dikenal cukup panjang memberi dukungan perangkat lunak, bahkan sampai tujuh tahun untuk lini tertentu. Namun, usia rilis bukan satu-satunya ukuran. Kapasitas hardware, kestabilan sistem, dan kecocokan fitur menjadi faktor penting sebelum sebuah ponsel diputuskan masih pantas menerima pembaruan besar.
Dengan pendekatan seperti ini, Samsung tampak ingin menjaga kualitas pengalaman pengguna. Bagi perusahaan, memaksa perangkat lama menjalankan sistem yang lebih berat justru berisiko menurunkan performa dan membuat pengalaman pemakaian tidak optimal.
Deretan model yang tak akan menerima One UI 7
Sejumlah perangkat dari kelas entry-level hingga flagship masuk dalam daftar yang tidak akan kebagian One UI 7. Beberapa model yang disebut di antaranya adalah Samsung Galaxy A02s, Galaxy A12, Galaxy S20 FE 5G, Galaxy S20 Ultra, dan Galaxy S20 Plus. Ponsel-ponsel ini merupakan perangkat yang dirilis pada rentang 2020 hingga 2021.
Bagi sebagian pengguna, usia tersebut mungkin masih terasa relatif baru. Tetapi dari sudut pandang Samsung, perangkat-perangkat itu tampaknya sudah berada di titik di mana pembaruan besar berikutnya tidak lagi efisien. Akibatnya, pengguna hanya akan mengandalkan dukungan yang tersisa, tanpa bisa menikmati antarmuka baru dan penyegaran fitur yang dibawa One UI 7.
Implikasi untuk pengguna lama
Berhentinya pembaruan besar bukan hanya soal tampilan yang tak lagi berubah. Ada dampak lanjutan yang bisa dirasakan dalam penggunaan sehari-hari, mulai dari perkembangan fitur yang stagnan, penyesuaian performa yang terbatas, hingga ruang keamanan yang makin sempit untuk kebutuhan digital modern. Untuk aktivitas seperti komunikasi, transaksi online, dan pekerjaan, perangkat yang tidak lagi masuk siklus pembaruan besar perlahan bisa terasa tertinggal.
Samsung sendiri menilai ponsel yang lebih tua kerap menghadapi persoalan kompatibilitas ketika dipaksa mengikuti sistem terbaru. Karena itu, meski perangkat masih menyala normal dan tetap bisa dipakai, berhentinya dukungan major update menjadi tanda bahwa masa pakainya mulai mendekati batas ideal.
Saatnya mempertimbangkan perangkat pengganti
Bagi pengguna yang masih bertahan dengan salah satu model tersebut, 2025 bisa menjadi momen yang tepat untuk mulai menimbang upgrade. Ponsel baru bukan hanya membuka akses ke One UI terbaru, tetapi juga biasanya menawarkan performa yang lebih segar dan perlindungan yang lebih relevan untuk aktivitas harian.
Daftar perangkat yang tak kebagian One UI 7 ini merujuk pada informasi pembaruan perangkat Samsung yang beredar. Dari situ terlihat bahwa arah kebijakan perusahaan kini semakin jelas: efisiensi dukungan dan kesesuaian teknis diprioritaskan, alih-alih mempertahankan semua model lama tanpa batas.





