JAKARTA — Di tengah perayaan ulang tahun Fraksi Partai Golkar ke-57 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memilih membawa cerita yang sangat personal. Bukan soal politik praktis, melainkan masa sulit hidup di kampung yang pernah membuatnya akrab dengan beras subsidi.
Di hadapan kader dan undangan, Bahlil mengaku pernah merasakan langsung bagaimana bantuan pangan menjadi penopang hidup keluarga kecil. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai satu-satunya ketua umum Partai Golkar yang pernah makan beras subsidi. Menurut dia, pengalaman itu membuatnya memahami bahwa selisih harga Rp500 saja bisa terasa besar bagi keluarga dengan ruang ekonomi yang sangat terbatas.
Pengalaman pribadi yang membentuk cara pandang
Bahlil menegaskan, latar belakang hidupnya membuat ia lebih peka terhadap persoalan harga kebutuhan pokok. Dari situ, ia melihat subsidi bukan sekadar angka dalam laporan atau program di atas kertas, melainkan penyangga nyata bagi masyarakat kecil yang setiap hari berhadapan dengan biaya hidup.
Ia juga menilai kebijakan bantuan pangan harus dijaga agar benar-benar sampai ke kelompok yang berhak. Menurutnya, subsidi akan kehilangan makna jika bocor ke pihak yang justru mencari keuntungan dari kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih tegas dalam penyaluran bantuan.
Penataan LPG 3 kg dan akses bagi warga
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil kembali menyinggung distribusi LPG 3 kilogram. Ia menegaskan bahwa gas bersubsidi itu merupakan hak masyarakat dan semestinya tersedia dengan harga yang terjangkau. Praktik kecurangan dalam penjualan, kata dia, hanya akan membuat tujuan kebijakan meleset dari sasaran awal.
Meski begitu, Bahlil mengakui bahwa bagi sebagian warga, persoalan utama bukan semata harga. Akses yang mudah, terutama jarak pembelian yang dekat dari rumah, juga menjadi pertimbangan penting. Karena itu, ia menilai keberadaan pengecer di sekitar permukiman bisa membantu masyarakat mendapatkan LPG tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Ajakan mengawal program pemerintah
Di hadapan para kader, Bahlil juga mendorong dukungan terhadap program-program pemerintah di bawah Presiden Prabowo. Ia menilai setiap kebijakan sudah memiliki arah dan tujuan yang perlu dikawal bersama, bukan diperdebatkan tanpa ujung. Bagi dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh rancangan, tetapi juga oleh ketegasan pelaksanaan dan disiplin semua pihak yang terlibat.
Atribusi sumber: pernyataan Bahlil disampaikan dalam acara ulang tahun Fraksi Partai Golkar ke-57 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.





