JAKARTA — Program makan bergizi gratis untuk anak sekolah mendapat dukungan dari salah satu tokoh Islam paling berpengaruh di Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Rektor Universitas PTIQ Jakarta itu menilai kebijakan tersebut bukan sekadar program sosial, melainkan langkah yang sejalan dengan ajaran Islam tentang tanggung jawab orang dewasa terhadap anak.
Gizi Anak Bukan Urusan Sampingan
Nasaruddin menegaskan, anak-anak membutuhkan makanan yang cukup dan sehat untuk menunjang masa tumbuh kembang, terutama saat perkembangan otak sedang berlangsung pesat. Karena itu, menurut dia, perhatian terhadap gizi tidak bisa dipisahkan dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang kuat.
Ia menilai program makan bergizi gratis menyentuh kebutuhan paling mendasar siswa. Bahkan, kebijakan seperti ini disebutnya idealnya sudah hadir sejak lama. Meski begitu, ia tetap memandang langkah tersebut layak diapresiasi karena langsung menjawab persoalan yang paling dekat dengan kehidupan anak sekolah.
Sejalan dengan Teladan Nabi Muhammad SAW
Dalam pandangan Nasaruddin, perhatian terhadap anak bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga mencakup kasih sayang, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan fisik. Ia menyebut, ajaran Islam memberi ruang besar pada upaya merawat anak secara utuh, termasuk memastikan mereka mendapat asupan yang layak.
Karena itu, ia melihat program ini memiliki dasar moral dan keagamaan yang kuat. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan teladan Nabi Muhammad SAW yang menempatkan perlindungan terhadap anak sebagai bagian dari nilai-nilai utama dalam kehidupan sosial umat Islam.
Perhatian bagi Anak Yatim dan yang Rentan Terabaikan
Nasaruddin juga menyoroti manfaat program itu bagi anak yatim dan anak-anak yang kurang mendapat perhatian keluarga. Menurut dia, kelompok inilah yang kerap paling rentan tidak memperoleh makanan memadai. Ia mengaitkan hal itu dengan pesan Al-Qur’an yang menekankan pentingnya memelihara anak yatim dan tidak mengabaikan mereka.
Dengan sudut pandang tersebut, program makan bergizi gratis dipandang bukan hanya menyasar siswa secara umum, tetapi juga dapat menjadi bentuk perlindungan bagi anak-anak yang hidup dalam kondisi paling lemah. Dukungan dari Imam Besar Masjid Istiqlal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mendapat tempat penting dalam perspektif keagamaan karena menyentuh kebutuhan dasar anak secara langsung.
