Dr. Boyke Setiawan’s Son Reveals Archive of Prabowo Subianto’s Proposal to Establish SMA Taruna Nusantara in 1988

by -327 Views

Nama Prabowo Subianto kembali terseret ke dalam kisah awal berdirinya SMA Taruna Nusantara, sekolah menengah yang kini identik dengan reputasi tinggi dan seleksi ketat. Bukan lewat pidato atau pernyataan resmi, melainkan dari sebuah dokumen proposal tahun 1988 yang tersimpan dalam arsip pribadi almarhum Dr. Boyke Setiawan, ayah Dirgayuza Setiawan. Temuan ini membuka kembali halaman lama yang selama ini jarang dibicarakan publik.

Proposal 1988 yang Menyimpan Jejak Dua Nama

Menurut Dirgayuza, proposal itu disusun bersama oleh Prabowo dan Dr. Boyke, lalu diajukan kepada Menteri Pertahanan dan Keamanan serta presiden pada masa itu. Di dalam dokumen tersebut, tercantum inisial “PS” dan “BS” yang merujuk pada Prabowo Subianto dan Boyke Setiawan. Bagi Dirgayuza, keberadaan arsip itu menjadi bukti bahwa gagasan mendirikan SMA Taruna Nusantara sudah dipikirkan serius sejak awal, bukan sekadar ide yang lewat di meja birokrasi.

Dirgayuza sendiri mengungkap kisah ini ke publik. Ia juga dikenal sebagai salah satu penyunting sejumlah buku Prabowo. Dalam penuturannya, sang ayah disebut sebagai perwira TNI purnawirawan yang dipercaya Prabowo dalam berbagai urusan penting, sehingga keterlibatan keduanya dalam proposal tersebut terasa masuk akal dalam konteks kerja sama yang telah terbangun.

Pendidikan, Sains, dan Visi Membangun Kader Bangsa

Isi proposal itu menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional, terutama pada bidang sains dan teknologi. Indonesia digambarkan sebagai negara yang kaya sumber daya dan memiliki banyak anak muda berbakat, tetapi tetap membutuhkan ruang pendidikan yang mampu mengasah potensi tersebut secara tepat. Tanpa wadah yang kuat, bakat hanya akan berhenti sebagai peluang yang tak pernah berkembang.

Dari gagasan itu, SMA Taruna Nusantara diproyeksikan sebagai tempat bagi putra-putri terbaik bangsa untuk tumbuh dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Sekolah ini tidak hanya dipahami sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi negara.

Arsip Keluarga yang Menghidupkan Kembali Sejarah

Penemuan dokumen lama ini memberi sudut pandang baru tentang peran Prabowo dalam sejarah pendidikan Indonesia. Di tengah sorotan publik terhadap posisinya sebagai presiden terpilih 2024-2029, arsip tersebut menunjukkan bahwa keterlibatannya dalam lahirnya SMA Taruna Nusantara sudah berlangsung sejak lebih dari tiga dekade lalu.

Yang membuat temuan ini menarik bukan hanya nama besar yang tercantum di dalamnya, tetapi juga bagaimana sebuah arsip keluarga bisa mengisi celah sejarah yang selama ini tidak terlalu terlihat. Dari dokumen itu, publik kini mendapat gambaran bahwa SMA Taruna Nusantara lahir dari rancangan yang disusun dengan visi panjang, melibatkan tokoh-tokoh yang sejak awal menaruh perhatian pada pembinaan sumber daya manusia Indonesia.