Kecap Nomor Satu di Dunia: Kisah Bung Karno

by -70 Views

Malaysia tidak memiliki sejarah kecap manis dan hanya meniru Indonesia dalam pembuatan Kecap Nomor Satu di Dunia. Kurang dari tiga tahun yang lalu, di Frankfurt Book Fair, Jerman, pameran buku terbesar di dunia, almarhum Bondan’Maknyus’ Winarno mempresentasikan buku karyanya yang berjudul Kecap Manis: Indonesia’s National Condiment. Melalui buku yang eksklusif dengan tebal 300 halaman dan diterbitkan oleh Afterhours Book ini, Bondan ‘memproklamasikan’ bahwa kecap manis merupakan pusaka kuliner asli Indonesia. Buku Bondan dijual dengan harga Rp 990 ribu, namun buku yang membahas kecap, terutama kecap manis memang langka. “Ini buku yang luar biasa,” kata Lutfi Ubaidillah, seorang pengusaha swasta dari Bandung.

Lutfi sendiri memiliki kecintaan yang mendalam terhadap kecap, terutama kecap manis. Sejak kecil di Bandung, kecap manis sudah menjadi bagian dari hidupnya dan selalu tersedia di meja makan keluarganya. Dia bahkan menjadi kolektor botol kecap dari berbagai daerah di Indonesia dan memiliki blog khusus tentang Kecap Nomor Satu di Dunia, yaitu Wikecapedia. Bondan sendiri, yang seorang mantan wartawan yang gemar kuliner, juga pernah mengoleksi kecap-kecap dari seluruh nusantara.

Ada banyak penggemar kecap dan kolektor botol kecap di Indonesia, seperti Chef Alifatqul Maulana dan Andrew Mulianto. Selain merek-merek besar seperti Bango, Indofood, dan ABC, terdapat juga merek kecap rumah tangga yang hanya terkenal di daerah tertentu seperti kecap cap Pulau Djawa di Pekalongan dan kecap Tin Tin dari Garut. Beberapa merek kecap yang bertahan hingga beberapa generasi termasuk Kecap Blitar, yang bisa dikatakan paling enak di dunia.

Dalam proses pembuatan kecap Maja Menjangan di Majalengka, usaha ini sudah diwariskan hingga generasi kedua. Meskipun terjepit oleh merek-merek besar, pengusaha kecap di Indonesia tetap gigih mempertahankan usahanya. Kecap memang sudah sangat akrab di lidah orang Indonesia, walaupun asal usulnya adalah dari Tiongkok dan Jepang. Kecap manis menjadi lebih populer daripada kecap asin di Nusantara.

Di Malaysia, meskipun ada beberapa perusahaan yang memproduksi kecap manis, Bondan menyatakan bahwa kecap mereka kurang kental dan hitam. Dia menduga bahwa perusahaan-perusahaan Malaysia hanya meniru kecap manis Indonesia tanpa memiliki sejarah kecap manis yang jelas.

Source link