A Joyful Moment Full of Laughter with Prabowo Subianto and Gibran during the Family Gathering

by -359 Views

Momen Prabowo dan Gibran di Kertanegara: Obrolan Kuda yang Mengundang Tawa Keluarga

Suasana hangat menyelimuti pertemuan keluarga Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2024). Di tengah tradisi silaturahmi Idul Fitri, momen yang paling mencuri perhatian justru bukan sambutan formal, melainkan obrolan ringan antara Prabowo dan Jan Ethes, putra Gibran, yang berlangsung akrab dan penuh tawa.

Obrolan Santai yang Bikin Suasana Mencair

Prabowo yang datang bersama putranya, Didit Hediprasetyo, terlihat berbincang santai dengan Jan Ethes. Percakapan mereka sederhana, tetapi justru terasa hidup karena topiknya dekat dengan anak-anak: berkuda. Prabowo sempat menanyakan kapan mereka akan pergi berkuda, lalu Didit ikut menyela dengan pertanyaan apakah Jan Ethes ingin naik kuda.

Prabowo kemudian menyebut bahwa ia sudah menyiapkan kuda-kuda, termasuk pilihan kuda putih atau emas. Saat Jan Ethes menjawab ingin yang emas, Prabowo langsung menimpali bahwa kuda tersebut memang ada. Celetukan itu memancing tawa Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda, membuat suasana pertemuan keluarga terasa semakin cair.

Silaturahmi Lebaran yang Sarat Kehangatan

Kehadiran Gibran dan keluarganya di Kertanegara merupakan bagian dari tradisi silaturahmi Idul Fitri 2024. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Di sisi lain, Gibran menegaskan penghormatannya dengan menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin sekaligus mentor, sehingga menurutnya sudah sewajarnya datang bersilaturahmi.

Di sela jabat tangan yang masih berlangsung, Prabowo sempat mengucapkan, “Matur Suwun,” kepada Gibran. Ucapan itu dibalas dengan nada hormat, “Iya, Pak, toh, Anda adalah pemimpin saya,” yang memperlihatkan kedekatan personal tanpa menghilangkan batas penghormatan di antara keduanya.

Lebih dari Sekadar Pertemuan Politik

Momentum di Kertanegara itu memperlihatkan sisi lain dari hubungan Prabowo dan Gibran. Di luar peran mereka sebagai tokoh politik, pertemuan tersebut juga menampilkan dua keluarga yang bertemu dalam suasana Lebaran. Percakapan kecil soal kuda, tawa yang muncul di tengah obrolan, dan kehadiran keluarga inti membuat suasana terasa lebih akrab daripada formal.

Di tengah sorotan publik terhadap dinamika politik, momen sederhana seperti ini justru menonjol karena memperlihatkan kehangatan yang jarang terlihat. Silaturahmi di Kertanegara bukan hanya soal salam dan jabat tangan, tetapi juga tentang percakapan ringan yang membangun kesan dekat, manusiawi, dan penuh keakraban.