LSI Denny JA Paparkan Faktor Prabowo-Gibran Terus Menanjak dan Bisa Menang Satu Putaran

by -73 Views

LSI Denny JA: Faktor Elektabilitas Prabowo-Gibran Terus Meningkat

Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan bahwa faktor elektabilitas pasangan calon nomor 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terus meningkat dan kemungkinan menang satu putaran semakin terbuka.

Menurut peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, dalam paparannya pada Selasa (30/1), terdapat beberapa alasan yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, terkait dengan popularitas dan tingkat kesukaan Prabowo. Adjie menyatakan bahwa popularitas Prabowo sudah mencapai puncak rata-rata di atas 90 persen dan tingkat kepuasan di atas 80-85 persen, menunjukkan tingkat penerimaan publik yang positif.

Alasan kedua adalah tingginya popularitas Gibran, yang pada bulan September 2023 mencapai 69 persen dan naik menjadi 96 persen pada bulan Januari 2024. Tingkat kepuasan terhadap Gibran juga mengalami kenaikan dari 77,8 persen menjadi 81,1 persen.

Adjie menyatakan bahwa kualitas popularitas dan tingkat kesukaan keduanya (Prabowo-Gibran) adalah sama-sama premium, karena cukup powerful dengan rata-rata di atas 90 dan 80 persen.

Alasan ketiga adalah bahwa mereka yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi semakin terasosiasi dengan Prabowo-Gibran. Kepuasan terhadap Jokowi selalu tinggi, bahkan meningkat menjadi 81-80 persen. Hal ini membuat pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan berkah elektoral.

Alasan keempat adalah bahwa semakin banyak yang puas dengan kinerja Jokowi beralih untuk memilih Prabowo-Gibran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 55,5 persen responden puas dengan kinerja Jokowi beralih memilih Prabowo-Gibran.

Alasan kelima adalah karena banyak yang menginginkan pilpres berlangsung hanya satu putaran, yaitu sebanyak 80 persen dari publik.

Metode survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error +-2,9%. (SENOPATI)

Source link