Pejuang Nasional Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma

by -331 Views

Dalam sejarah Indonesia, kita pernah dijajah selama ratusan tahun oleh bangsa asing. Periode penjajahan tersebut melibatkan orang Portugis, Belanda, Inggris, dan Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon saat masa Gubernur Jenderal Daendels.

Para penjajah tersebut mengambil hasil bumi Indonesia secara paksa dan memanfaatkan darah serta keringat orang Indonesia. Mereka juga mencoba merebut kekuasaan di Nusantara tanpa perlu menggunakan senjata, dengan memberikan iming-iming ekonomi dan hadiah kepada pemimpin kerajaan di Indonesia.

Sultan dan raja-raja Nusantara yang memahami strategi ekonomi Belanda menolak untuk dijajah dengan iming-iming hadiah. Meskipun begitu, banyak dari mereka akhirnya dilawan oleh sesama bangsanya yang telah dibeli oleh Belanda, karena hasutan, berita bohong, dan politik pecah belah.

Salah satu sultan Nusantara yang tidak tergoyahkan dalam sikapnya melawan Belanda adalah Sultan Agung. Meski tidak berhasil merebut Batavia secara keseluruhan, Sultan Agung tetap memiliki tekad dan semangat untuk mengusir VOC menjadi torehan sejarah.

Sultan Agung lahir tahun 1593 di Kotagede, Yogyakarta. Ia memerintah sebagai Sultan Mataram keempat dari tahun 1613 hingga 1645, dan merupakan sultan sekaligus senapati yang terampil. Sultan Agung dihormati di Jawa atas perjuangannya membela Tanah Air, warisan tradisi, dan kontribusinya terhadap kekuatan teritorial dan militer Mataram yang besar.

Sultan Agung memiliki dua gelar, yaitu Panembahan Agung dan Susuhunan Agung atau Sunan Agung setelah menaklukkan Madura tahun 1624. Pada tahun 1641, Sultan Agung mendapatkan gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram dari pemimpin Ka’bah.

Selama masa pemerintahannya, VOC mengajak Sultan Agung bekerja sama namun ditolak mentah-mentah. Sultan Agung juga mencoba menjalin hubungan dengan Portugis untuk menghancurkan VOC-Belanda, namun hubungan ini diputus pada tahun 1635 setelah menyadari posisi Portugis yang sudah lemah.

Sultan Agung berhasil menjadikan Mataram sebagai kerajaan besar melalui kebudayaan rakyat yang adiluhung dan sistem pertanian yang diperkenalkannya. Ia juga berhasil menjalin hubungan diplomatik dengan beberapa daerah di luar Jawa.

Sumber: https://prabowosubianto.com/pejuang-nasional-sultan-agung-adi-prabu-hanyakrakusuma/

Source link