Harapan Ulama Aceh kepada Prabowo Jika Terpilih sebagai Presiden pada Tahun 2024: Melanjutkan Kebaikan untuk Rakyat Aceh

by -282 Views

Ulama Aceh Titip Pesan ke Prabowo: Jaga Damai, Jangan Putus Perhatian untuk Aceh

Banda Aceh — Di tengah suasana refleksi 19 tahun tsunami Aceh, suara para ulama dan tokoh masyarakat di Banda Aceh terdengar tegas. Mereka tidak hanya menyambut kehadiran Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, tetapi juga menitipkan harapan besar jika ia kelak memimpin Indonesia: Aceh harus tetap aman, damai, dan tidak kehilangan perhatian dari pemerintah pusat.

Pesan itu mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan doa bersama di Ballroom Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (26/12). Acara tersebut turut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan digelar bertepatan dengan peringatan 19 tahun bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Harapan agar Aceh Tak Ditinggalkan

Suara para ulama disampaikan melalui Walidi H. Mustafa Sarong. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap Aceh tidak boleh berhenti di satu masa kepemimpinan saja. Menurut dia, SBY selama menjabat maupun setelah tidak lagi di kursi presiden tetap menunjukkan kedekatan dengan Aceh.

“Bapak SBY sejak menjadi Menkopolhukol sampai menjadi presiden terpilih, beliau senantiasa tidak pernah melupakan Aceh, sampai hari ini beliau sudah alih jabatan tetapi masih setia kepada Aceh,” kata Mustafa.

Dari pengalaman itu, para ulama berharap pola perhatian serupa juga berlanjut bila Prabowo mendapat amanah sebagai presiden pada 2024. “Mudah-mudahan Bapak Prabowo Subianto jadi Presiden ke depan 2024, ini tolong dijaga. Itu harapan kami, harapan bangsa dan negara. Melalui Bapak, mudah-mudahan Aceh aman, nyaman, damai, tenteram,” ujarnya.

Damai Aceh Diminta Terus Dirawat

Bagi ulama dan tokoh masyarakat yang hadir, perdamaian Aceh bukan sekadar capaian sejarah, melainkan sesuatu yang harus terus dijaga agar tidak rapuh oleh perubahan politik. Mereka mengingatkan bahwa suasana tenang yang dinikmati Aceh hari ini lahir dari proses panjang dan tidak boleh dibiarkan putus di tengah jalan.

“Kemudian, kami senantiasa mengharapkan melalui Bapak agar perdamaian Aceh ini terus berlanjut, artinya jangan putus di tengah jalan,” kata Mustafa.

Pesan itu sekaligus menunjukkan bahwa perhatian terhadap Aceh tidak hanya dimaknai sebagai bantuan atau kunjungan seremonial. Bagi para tokoh agama, yang lebih penting adalah kesinambungan kebijakan, rasa aman, serta komitmen menjaga persaudaraan di Tanah Rencong.

Doa untuk Prabowo dan Masa Depan Aceh

Di akhir penyampaiannya, Mustafa juga mendoakan kesehatan dan kekuatan untuk Prabowo agar mampu menjalankan tugas negara bila diberi kepercayaan memimpin Indonesia.

“Kami atas nama semua ulama Aceh mendokan Bapak agar terus diberi kesehatan oleh Allah SWT dalam menjalankan kepentingan dan bangsa yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Pertemuan di Banda Aceh itu memperlihatkan bahwa hubungan antara Aceh dan para pemimpin nasional masih menyimpan harapan besar. Bagi ulama setempat, yang dibutuhkan bukan sekadar kedekatan dalam acara peringatan, melainkan komitmen yang konsisten agar Aceh tetap berada dalam arus perhatian, keamanan, dan pembangunan nasional.

Sumber: SENOPATI